My Facebook

Rabu, 05 Maret 2014

 Kesetiaan bisa kita berikan atau tunjukkan untuk banyak hal, baik dalam hal pekerjaan, persahabatan ataupun pasangan. Dalam hal ini saya coba menguraikan kesetiaan kepada pasangan (walaupun belum berpasangan).
Kesetiaan bukanlah barang langka, sehingga hanya bisa dimiliki oleh kalangan tertentu saja, bukan juga barang obral sehingga sangat tidak layak untuk dipertahankan. Tetapi sekarang ini, kesetiaan itu sudah banyak yang tergadai. Bukan hanya di kota besar, tetapi bahkan sampai ke pelosok desa pun, kesetiaan itu menjadi sesuatu yang sangat mahal.
Berbicara tentang kesetiaan, sudah pasti melibatkan dua orang. Memang sangat sulit untuk bisa mengerti orang lain, sekalipun dia adalah pasangan sendiri. Karena kadang suatu pandangan datang dari latar belakang yang berbeda juga. Misalnya laki-laki dari keluarga besar dengan hidup yg pas pasan, sudah terbiasa berbagi dengan saudara, menikah dengan gadis dari keluarga kecil dan mandiri dari kecil. Ketika si suami membawa istrinya ke dalam keluarga yg ramai, saling bercanda dan kehadiran yg satu dengan yang lain sangat diharapkan maka bisa saja si istri merasa tidak nyaman sehingga berusaha tidak hadir dalam acara-acara keluarga. Hal tersebut sedikit banyak akan menimbulkan perselisihan. Tetapi alagkah baiknya kalau ada masalah, jangan langsung mengedepankan ego, bicarakan secara empat mata dan cari solusi terbaik. Mungkin lambat laun semua pihak akan mencoba untuk saling menghormati dan memahami.
Kalau ada masalah dalam keluarga, kadang tidak mungkin dipendam sendiri. Bicara dengan pihak keluarga, malu. Akhirnya mencari teman untuk berbagi. Tidak ada yg salah dengan bercerita, tetapi yang sering sekali menjadi masalah adalah tempat kita berbagi cerita. Kita mencari teman cerita adalah lawan jenis, kita ingin mengetahui cara pandang mereka. Lama-lama kita melihat, segala yang ingin kita robah dari pasangan kita, adanya di tempat curhat, walaupun tetap ada kelemahan tapi kalau dibanding-bandingkan, rasanya lebih sempurna teman curhat dari pada pasangan. Akhirnya lama-lama hati mulai berpaling.
Saling menghargai juga adalah hal yang sangat penting dalam menjaga kebersamaan. Terlalu minder atau terlalu superior juga akan membuat pasangan tidak nyaman. Berusaha menyeimbangkan bukan berarti mengalah atau mengikuti maunya pasangan. Tetapi dengan meletakkan kehormatan pasangan diatas kepentingan kita, sedikit banyak akan mendapatkan pengertian dan rasa terima kasih dari pasangan.
Mungkin banyak hal yang membuat kita untuk tidak setia, tapi berusahalah untuk setia. Karena dalam setiap ketidaksetiaan, kita bukan hanya melukai pasangan kita, tetapi juga saudara, sahabat dan teman ikut terlibat di dalamnya..
Ketika hati mulai berpaling, mulailah untuk berdiam sejenak. Mencari titik temu, masalahnya ada dipasangan atau malah pada diri kita sendiri. Mencoba mengingat kembali saat rasa mulai bersemi, ingat akan segala usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan. Ingat janji setia yang pernah diikrarkan.
Dan setiap permasalahan akan berbeda juga cara untuk menyelesaikannya dan itu berhubungan juga dengan karakter oarang yang terlibat didalamnya
Semoga kita bisa setia kepada pasangan kita masing masing, buat yang belum menemukan, semoga mendapatkan sesuai dengan harapan.

 
Kesetiaan merupakan kunci untuk membina hubungan yang baik dengan kekasih, bila kita setia dengan kekasih kita otomatis hubungan akan berjalan dengan baik. Kesetiaan itu harus dimulai ketika usia kita masih tergolong remaja yang mungkin sudah selayaknya untuk memiliki kekasih sekitar 17 atau 18 tahun keatas, karena bila kita sudah membiasakan diri untuk setia ketika remaja, tentunya ketika sudah menikah kita sudah siap lahir dan batin dalam membina hubungan suami istri yang baik.
Memiliki atau mempunyai seorang kekasih itu merupakan hal yang menyenangkan, tetapi bagaimana dalam menjalankannya? Apakah menyenangkan untuk kita? Manusia itu baik laki-laki maupun perempuan memiliki sifat yang bervariatif, di dalam sifat yang dimiliki masing-masing individu pasti memiliki sifat yang jelek, terkadang ada seorang yang tidak suka dengan sifat dan prilaku yang dimiliki kekasih kita, nah disinilah kesetiaan dari masing-masing individu diuji seberapa sabarkah kita dalam melengkapi kekurangan orang lain, kenapa begitu? Karena pada dasarnya kita sudah memilih dia untuk menjadi kekasih kita, otomatis kita harus siap menerima kekurangan yang ada di kekasih kita.
Jika kita belum siap untuk menerima kekurangan dari kekasih kita, lebih baik kita tidak perlu memiliki seorang kekasih sebab kalau kita memaksakan diri untuk memiliki seorang kekasih, yang ada kita akan membuat orang menjadi sakit hati kepada kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar